Daisypath Anniversary tickers

my entries

Perencanaan pengembangan Pendidikan
20.18 | Author: Ridwan Hussin

TUGAS MENEJEMEN PENDIDIKAN
“PERENCANAAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN”

Dosen pengampu: Sri Hartini



Description: E:\Walpaper\UMS.png


Disusun Oleh:

Nama   :           Ridwan Hussin
NIM    :           A 310 100 250


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
BAHASA SASTRA INDONESIA DAN DAERAH
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2011



BAB I
PENDAHULUAN


Latar belakang
Kepala sekolah merupakan pemeran utama dalam mengkoordinasi dan meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Oleh karena itu kepala sekolah harus pandai dalam membuat suatu perencanaan Perencanaan juga dapat digunakan oleh kepala sekolah untuk mengontrol setiap kegiatan sekolah. Dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, diharapkan sekolah-sekolah di indonesia mampu bersaing dengan sekolah-sekolah di negara lain. Hal ini dapat dilakukan dengan memperbaiki sistem pembelajaran. Sekolah harus menyediakan fasilitas-fasilitas yang lengkap untuk mendukung kelancaran proses pendidikan.
Seorang kepala sekolah juga harus mampu membangun sekolah yang didambakan masyarakat dengan peningkatan kualitas layanan terhadap peserta didik. Mampu meningkatkan efektifitas belajar mengajar yang inovatif, dan dapat memotivasi siswa menjadi kreatif, mandiri dan berbudi pekerti yang baik dengan didukung pengembangan minat siswa melalui kegiatan ekstra kurikuler.














BAB II
PEMBAHASAN

A.    Visi dan Misi

Visi
Berprestasi, cerdas dan kompetitif berdasarkan iman dan taqwa serta nilai kebudayaan

Misi
·    Meningkatkan manajemen sekolah dalam mewujudkan visi
·    Menciptakan suasana yang kondusif untuk membentuk kepriabadian peserta didik yang memiliki iman dan taqwa.
·    Mengoptimalkan proses pembelajaran aktif, efektif, kreatif dan menyenangkan
·    Mengembangkan pengetahuan di bidang IPTEK, Bahasa dan membina prestasi Olahraga dan Seni Budaya sesuai bakat, minat dan potensi sekolah
·    Menggalakkan kegiatan Ekstrakurikuler sesuai dengan potensi yang dimiliki siswa
·    Menjalin kerjasama yang harmonis antara warga sekolah dan lingkungan
·    Menggalakkan budaya bersih menuju hidup sehat
·    Menjalin kerjasama sekolah dengan sekolah Negara lain ( sister schol )

B.Kurikulum

a.      Tujuan pendidikan

·         Menanamkan prilaku akhlak mulia serta kepribadian yang utuh bagi peserta didik.
·         Meraih prestasi akademik maupun non akademik minimal tingkat Kota Pangkalpinang.
·         Mengusai dasar-dasar ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai bekal untuk melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi.
·         Menjadi sekolah yang diminati  masyarakat kota Pangkalpinang .
·         Mengembangkan kurikulum sesuai dengan perkembangan IPTEK, keadaan masyarakat dan lingkungan kebutuhan yang relevan.

·         Mengembangkan  tenaga edukatif agar lebih profesional, guna meningkatkan mutu pembelajaran sekolah.
·         Mengembangkan potensi  (bakat) peserta didik dibidang seni ,olahraga, dan keterampilan melalui program extrakurikuler.
·         Menjadi contoh / teladan bagi sekolah-sekolah lain, sehingga timbul persaingan yang sehat yang dapat meningkatkan mutu pendidikan di Kepulauan Bangka Belitung.
·         Menjalin kerja sama dengan Institusi Pemerintah dan swasta, khusus untuk meningkatkan life skill  peserta didik.
·         Menciptakan suasana yang harmonis antar Guru, Orang tua dan Masyarakat pada khususnya dan sekolah-sekolah lain pada umumnya.

b.      Isi atau bahan ajar

Bahan ajar yang digunakan harus dapat mencakup semua materi yang telah ditentukan oleh kurikulum. Selain itu bahan ajar juga harus bersifat efektif dan efisien serta memenuhi kebutuhan materi siswa.

c.       Strategi belajar mengajar

Strategi belajar mengajar yang digunakan tidak rumit tetapi strategi belajar yang memungkinkan dan dapat diterima serta dipahami siswa secara cepat dan tepat.

d.      Pengawasan dan Evaluasi

Evaluasi diberikan guna memberikan umpan balik antara kepala sekolah dan tenaga pendidik.
Pengawasan sekolah oleh Kepala Sekolah meliputi :
·         Pengawasan Intelektual, yaitu menilai, membandingkan, dan menilai yang dilanjutkan dengan Supervisi, baik terhadap hasil sekolah maupun proses kegiatan pembelajaran sehari-hari.
·         Pengawasan meliputi keuangan, Kerja Tata Usaha, Efektivitas penggunaan sarana, dan Efisiensi kegiatan guru.
·         Pengawasan dan Penilaian edukatif, yang menilai hasil kegiatan belajar mengajar. 

e.       Pengorganisasian kurikulum

·         Bahan ajar yang dipakai sesuai dengan KTSP
·         Bahan ajar yang diberikan kepada siswa sudah disusun secara sistematis dan terpadu.
·         Bahan pengajaran diberikan dalam bentuk masalah yang harus bipecahkan oleh siswa.

C.    Ketenagaan

Ketenagaan termasuk guru, Tata Usaha, Pelayan Siswa seperti pengelolaan labotarium, perpustakaan, BP/BK, UKS, dan penjaga sekolah.

D.    Ketatausahaan

 Menyangkut surat-surat, Pengembangan Pegawai, Administrasi Kesiswaan, Pengarsipan, dan sebagainya.


E.      Sarana dan Prasarana

·         Sarana mencakup kebutuhan untuk administrasi, Kegiatan Belajar Mengajar, kebutuhan kebersihan sekolah, kebutuhan dapur dan UKS sekolah, dan lain sebagainya.Contohnya: buku, papan tulis, LCD, laptop, mesin ketik, alat kebersihan, dan lain sebagainya.
·         Prasarana meliputi tanah, gedung, taman, lapang olahraga, lapangan basket, lapangan voli kantin sekolah.

F.      Pembiayaan

Sumber-sumber dana atau pembiayaan berasal dari dana BOS, uang gedung dan spp, dan bantuan-bantuan lain.

G.    Kesiswaan

Kesiswaan berisi kegiatan-kegiatan ektrakulikuler untuk menyalurkan minat dan bakat yang akan mengembangkan potensi siswa seperti OSIS, Pramuka, futsal, volly,  maupun basket.

H.    Hubungan Kerja Sama dengan Masyarakat

 Kerjasama antara sekolah dengan masyarakat yaitu dengan saling membantu satu sama lain untuk meningkatkan pendidikan dilingkungan sekolah maupun dilingkungan masyarakat. Selain itu kerja sama juga diperlukan dalam membangun dan memajukan sekolah dengan cara gotong royang membagun atau merehap sekolah. Sebaliknya juga siswa dan guru membantu kebersihan lingkungan gengan ikut  kerja bakti. Dengan demikian akan terwujud suatu kerja sama yang selaras dan sama-sama membangun agar menjadi lebih baik lagi.











BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Setiap sekolah harus mempunyai suatu perencanaan ke depan untuk memajukan pendidikan. Perencanaan merupakan pedoman dasar  yang dipakai untuk mencapai suatu tujuan, visi, dan misi sekolah. Perencanaan juga bermanfaat sebagai sarana pengendalian kepala sekolah terhadap kinerja tenaga pendidik.  Selain itu sekolah juga harus mampu meningkatkan kualitas pendidikan agar dapat bersaing denagn sekolah lain untuk menjadi sekolah yang berkompeten dalam ilmu maupun iman dan taqwa.

|
This entry was posted on 20.18 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 komentar: